Langsung ke konten utama

Syajarah

Privasi Manusia yang tidak Privasi

    Hai, Kenalin saya adalah Ucup. Saya adalah seorang mahasiswa yang ber tempat kuliah di salah satu kampus ternama yang ada di pulau Sumatra. Katanya dahulu adalah kampus yang saya kuliahi sekarang adalah salah satu kampus tertua dan juga terbesar. Hal itu menjadi salah satu hal terbaik  baik bagi saya yang introvert ini dikarenakan saya mau mengurangi ketergantungan saya dengan kesendirian masa lalu saya. Masa lalu itu lahh yang tak ingin saya ulangi, Hari ini adalah hari ke sekian kali saya pergi ke kampus dengan senang yang berharap hari ini sangat bahagia.      Namun, aku sangat ingin bahwa semua orang itu merasa individualis dikarekanan ke introvertan aku ini. Bayangan saya seperti lifestyle yang ada di jakarta yang serba apa-apa itu ngapain lo urus kehidupan saya apakah lo membayar kehidupan saya kan nggak. Hal itu lah yang menginginkan adanya orang-orang yang ngurusin hidup orang lain. Walaupun, bagi saya nggak semua hal yang kita lakukan itu tidak semuanya. hal ini memiliki b

Apa Beda Orang "Lapau" dan Orang "Surau"

Halo. Kenalakan saya sedang belajar dan saya bermohon mari saling membangun dan yaa mohon kritik dan sarannya 

1. Politik orang lapau dan orang surau

 

Pada awalnya antara orang lapau dan orang surau adalah sebuah sebutan biasa dikalangan pada saat itu. Sebutan orang lapau ditujukan kepada masyarakat atau penduduk yang sering atau tempat duduknya itu di “lapau”. Sebutan “lapau” ini adalah adalah warung kopi dan berkumpul saling berdiskusi. Lalu, sebutan orang surauditujukan kepada masyarakat yang menimba ilmu di surau dan sering berkumpul di surau.

Ditelisik kepada sejarah, orang Minangkabau terkenal atau budayanya sering Merantau kesana kesini. Alasan merantau tersebut bisa disebabkan ekonomi dan juga menimba ilmu dan pada masa lalu ilmu agama. Salah satu orang Minangkabau yang paling terkanal dan mendunia dibidang agama islam yaitu Syekh Minangkabawi beliau adalah salah satu orang diluar Mekkah yang menjadi Imam Masjid Masjidil Haram.

Keseringan orang Minangkabau merantau maka ada kalanya mereka kembali pulang ke kampung halaman para perantau. Maka mereka menyebarkan ilmu yang didapat di dunia luar Minangkabau, bagi orang yang menimba ilmu media penyebaran informasi dan ilmu tersebut. Bagi orang yang menimba ilmu agama itu membutuhkan waktu lama.

Bagi orang yang diluar bidang agama maka media penyebaran ilmunya di lapau-lapau sebagai tempat ngumpul, dan di lapau ini biasanya orang yang paling banyak adalah laki-laki di lain faktor laki-laki adalah orang yang sering merantau karena sistem Matrilineal yang dianut orang Minang. Pembahasan yang dibahas oleh orang di luar suarau atau di lapau pembahasanya terkadang politik, ekonomi, dan bidanglainya. Sedangkan orang yang biasa di suarau pembahasanya adalah agama, penyebaran ajaran, dan juga etika dan lain sebagainya dan itulah perbedaan antara orang Lapau dan orang surau 

Komentar

membacalah, karena kalau tidak menbaca seakan aku meninggal

KOTA dan DESA

Sekarang kita hidup di dua dunia yang berbeda yaitu dalam dunia perkampungan dan perkotaan. Perbedaan mendasar antara dunia itu ialah pola sosial bermasyarakat yang dan juga infrastruktur pendukung seperti jalan, internet dan mode transformasi. Jika kita bahas marilah kita bandingkan kota dan desa secara mendalam mari mulai dari pola sosialnya. Pola sosial masyarakat kota dan desa   Kita mengenal dua hal dari pola sosial yaitu homogen dan heterogen. Homogen itu adalah keadaan dimana sesuatu itu sama dalam ruang lingkup dan ras yang sama yaitu itu biasanya ditemui di pedesaan yang memiliki peraturan dan konsep sosial mengenal satu sama lain  bersama dalam menjalankan konsep kehidupan. Sedangkan Heterogen tersebut adalah kondisi dimana suatu konsep bersosialnya tidak saling mengenal dan memiliki beberapa peraturan pribadi yang bisa disebut privat dan konsep ini biasanya terasa di perkotaan. Dalam konsep tersebut bisa digambarkan bagaimana keterbukaan dan ketertutupan sosial. Dilihatkan d

Puisi Z

Halo. Kenalakan saya sedang belajar dan saya bermohon mari saling membangun dan yaa mohon kritik dan sarannya kali ini adalah hal baru dicoba sesuai dan tidak mohon maaf  Kumpulan puisi dari Zi Secangkir kopi Secangkir kopi yang kutuangkan seduhan pertama lah terbaik pahit atau kecut aku tak tau hai sayang, kopi ini cukup ini saja jangan kau tumpahkan lagi airnya karena rasa pertama hanya dapat saat pertama lalu kuteguk semuanya dalam satu tegku lalu ku letakkan itu dengan sisa bekas kopi yang menyelimuti secangkir kopi PARA CENDIKIAWAN KATA DAN CENDIKIAWAN ADALAH SAMA PARA CENDIKIAWAN BAK DEWA DALAM DUNIA KATA DIBENAKNYA SEAKAN KATA-KATA TERSUSUN SEMPURNA DAN PARIPURNA JIKA BERUCAP BAK SANG DEWA YANG SIAP DIPUJA KATA BERNYAWA KATA BERMAKNA KATA BERIRAMA KATA BISA BERUBAH KARENA SANG PUJANGA SUDAH BERDOA KATA BISA GILA KARENA SANG CENDIKIAWANYA GILA TAK BISA DIRUBAH APALAGI DIPEGANG MEREKA HANYA MENGGUMBAR AURAT SANG KATA boleh dibantu kasih wejanganya dan jangan lupa follow instagramn

Bayangin perang karena Dahan pohon ngak tuhh

    Halo. Kenalakan saya sedang belajar dan saya bermohon mari saling membangun dan yaa mohon kritik dan sarannya     kalian pernah kepikir ngak kalau pernah dalam catatan sejarah bahwa dua negara bertengkar karena masalah pohon. Hal ini pernah dialami oleh Korea Utara dan juga Korea Selatan. Tepatnya disalah satu jembatan yang membagi kedua belah wilayah Korea tersebut       seperti gambar diatas, bisa dilihat bahwa ini adalah salah satu jalan penghubung antara kedua belah pihak antara korea selatan dan utara. di tempat ini pernah akan terjadi sebuah perperangan antara Korea Utara dan juga Korea Selatan dengan Amerika Serikat. Saat itu Kapten Bonifes pada tanggal 18 Agustus 1976, sangat bersemangat untuk memimpin pasukan Korea Selatan saat itu untuk menembang sebuah pohon yang menghambat penglihatan diperbatasan saat itu.       Pohon itu bernama pohon polar yang sangat tinggi sekitar 40 kaki di dekat jembatan sach'on (bridge of no return).  Jembatan Sach'on ini berada anatara

Cerita dibalik cerita Malin Kundang

 Makna dibalik cerita Malin Kundang yang durhaka  Halo teman-teman. Apakah teman-teman sudah pernah mendengar kisah yang berjudul “Malin Kundang”? kalau sudah apa yang terjadi kepada sang malin kundang tersebut, jika ada yang belum pernah atau mendengar cerita Malin Kundang. Maka saya akan ceritakan kembali. Cerita ini adalah cerita rakyat dari Indonesia loh, ada yang tau berasal dari mana ? ya cerita ini berada di Sumatra barat, daerah orang Minangkabau. Cerita ini bermula di daerah bumi Minangkabau, daerah yang terkenal dengan masakannya yang disebut rumah makan Padang baik di Indonesia sampai ke mancanegara, selain terkenal dari makanannya orang Minangkabau juga terkenal dengan tradisi yang disebut dengan “Marantau”, marantau ini biasanya dilakukan oleh lelaki Minangkabau yang sudah dewasa dan mandiri dan mungkin dari cerita ini teman-teman tau kenapa banyak orang Minangkabau pergi merantau. Lalu dari cerita ini teman-teman jaga orang tua kita yang sudah membesarkan kita Selanjutnya